ahmad

ahmad
panglima

Rabu, 09 November 2011

IBADAH ILALLAH (Rahasia Dibalik Shalat para Awlya)



                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                         1.  SHALAT SUNNAH SYUKUR WUDHU
Shalat sunnat Syukrul wudhu adalah shalat sunat yang dilaksanakan setelah melakukan selesai melakukan wudhu ketika air wudhu belum sampai kering dari kulit yang bersentuhan langsung dengan air wudhu. Shalat sunnat syukrul wudhu tidak disunatkan berjamaah. Shalat sunnat syukrul wudhu sangat dianjurkan sekali terutama bagi orang – orang yang berusaha mencapai kesempurnaan didalam ibadah. Shalat sunnat ini memiliki makna yang begitu dalam dimana orang yang melaksanakanya adalah orang yang benar –benar berusaha menghayati arti daripada wudhu itu sendiri, dimana wudhu bukan hanya sebatas membasuh sebagian anggota tubuh saja akan tetapi wudhu harus lebih ditujukan juga sebagai sarana membersihkan jiwa dan raga dari kotoran – kotoran dzahir maupun kotoran batin. Karena wudhu adalah sebuah symbol sekaligus sarana bagi orang – orang yang hendak meraih kesucian maka wudhu harus disukuri sebgai anugrah yang agung dari sisi Allah SWT. Untuk itulah para sufi dan salafusholih senantiasa menjaga shalat ini karena memiliki kebaikan yang besar dari sisi Allah SWT. Rasulullah saw pernah bersabda “ Waktu saya masuk surga, saya lihat Bilal di dalamnya, Saya bertanya kepadanya, apa sebabnya kau, Bilal, lebih dulu masuk surga sebelum aku?  Jawab Bilal, saya tidak tahu tentang sebab sebabnya itu, tepi saya membiskan diri seusai berwudhu kemudian melaksanakan shalat syukrul wudhu dua rakaat. Dan setiap setiap selesai adzan saya shalat dua rakaat pula ( sunnat rawatib atau shalat mutlaq ).”
Tata cara melaksanakan shalat Syukrul Wudhu :
 Waktunya adalah ketika sehabis berwudhu dan sebelum anggota tubuh kering dari air wudhu mka segeralah berniat untuk melakukan shalat syukur wudhu.
Niatnya adalah :
Usholli sunatan syukrul wudhuui rok’ataini lillahi ta’ala, Allahu akbar.
Aku niat melaksanakan shalat sunnat syukrul wudhu dua rakaat lillahi ta’ala
Jumlah raka”at shalat ini adalah dua raka’at
Surat yang dibaca adalah :
Rakaat awal ba’da fatihah yang dibaca surat Al-Kafirun
Rakaat  kedua ba’da fatihah yang dibaca surat Al-Ikhlas
Islam adalah agama yang sangat memperhatikan kebersihan dan sopan santun yang disebut dengan adab. Adab atau sopan santun ini adalah faktor yang sangat penting karena bersumber dari akhlakul karimah. Adab dan kedisiplinan didalam Islam dimulai dari hal yang sangat sederhana sebagai wujud penghayatan sekaligus wujud penyembahan ( t’abudan )kehadirat Allah SWT. Adab – adab tersebut misalnya diwali dari tata cara toharoh dan memasuki kamar kecil yang telah mempunyai aturan yang penuh makna diantaranya adalah ketika memasuki kamar kecil untuk melaksanakan toharoh maka kaki yang dimasukan dahulu adalah kaki kiri seraya berdoa :
Do’a ketika masuk kamar kecil



Allahumma inni a’uudzubika minal khubutsi wal khobaaitsi.
Yaa Allah aku berlindung kepadamu dari segala kecemaran dan kekejian. ( H.R. Jamaah )
Kemudian setelah selesai melakukan toharoh ketika hendak keluar dari kamar kecil maka kaki yang dikeluarkan dahulu adalah kaki kanan seraya berdo’a
Do’a ketika keluar dari kamar kecil




Alhamdulillahi lladzii adzhaba maa yu’dzinii wa abaqaa fiyya maa yan fa’unii.
Puji Syukur bagi Allah yang telah menghilangkan apa yang menyakitkan aku dan menyisakan apa yang bermanfaat bagiku.

Setelah keluar dari kamar kecil kemudian dilanjutkan dengan melafadzkan do’a sebagai berikut :





Asy hadu allaa ilaaha illallah wa’as hadu anna muhammadan abduhu warosuuluh Allohummaj’alnii minattawabiina waj’alnii minal mutatohhiriina waj’alnii min ibaadilahishoolihiina.

Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa nabi Muhammad saw adalah utusan Allah.
Wahai Allah jadikanlah aku sebagai orang yang senantiasa bertubat dan jadikanlah aku sebagai orang yang senantiasa mensucikan diri dan jadikanlah aku termasuk  sebagai hamba – hambamu yang shaleh.
Do’a ini mengandung hikmah yang amat dalam bagi hamba – hamba Allah yang yang memiliki kesungguhan didalam mengabdikan diri kepada Allah SWT dimana kalimat syahadat yang tercantum didalam do’a ini dalah upaya mensucikan diri dari segala macam bentuk kesirikan kepada Allah SWT dengan meluruskan dan menguatkan akidah beserta  niat suci untuk mengabdi sebagai hamba Allah SWT  serta mengakui Rasul-Nya Muhammad saw sebagai utusan Allah SWT untuk diikuti segala tuntunanya didalam mengabdi kepada Allah SWT. Setelah melafadzkan syahadat diikuti permohonan agar digolongkan menjadi orang – orang yang senantiasa istiqomah didalam taubatnya dan  mensucikan jiwa raganya sehingga mendapatkan predikat ibaadilahishoolihiin di sisi Allah SWT. Sungguh isi yang terkandung didalam do’a ini merupakan cerminan dri cita – cita yang mulia yang tercipta dari kesucian jiwa, sungguh beruntung orang yang yang senantiasa mensucikan dirinya.
SHALAT SUNNAT TAHIYYATUL MASJID
Shalat sunnat tahiyyatul masjid adalah shalat sunnat yang tidak dsunatkan untuk berjamaah sholat ini dilaksanakan karena menjaga sopan santun diwaktu kita memasuki masjid dengan kata lain sholat ini didirikan untuk menghormati masjid. Disunnatkan bagi setiap orang, bila masuk kedalam masjid supaya shalat dahulu dua rakaat Tahiyyatul masjid sebelum duduk. Shlat ini tidak perlu dilakukan kalau sudah duduk didalam masjid dengan sengaja, walaupun hanya sebentar, kecuali kalu duduknya dikarenakan lupa. Dibawah ini adalah tata cara bagaiman melaksanakan shalat tahiyyatul masjid :

.
Waktu shalat tahiyyatul masjid adalah dilakukan segera setelah masuk kedalam masjid, nabi Muhammad saw bersabda yang artinya “ Maka apabila seorang dari kamu masuk kedalam masjid, janganlah ia duduk sebelum shalat dua rakaat.” Ketika memasuki masjid maka kaki yang lebih dahulu dilangkahkan adalah kaki kanan dan ketika keluar dari dalam masjid yang dilangkahkan terlebih dahulu adalah kaki kiri sebagaimana sabda nabi Muhammad saw yang artinya “ Jika kamu masuk kedalam masjid maka dahulukan kaki kanan, dan keluar dahulukan kaki kiri.” Dan ketika memasuki masjid seraya melafadzkan do’a



Allahummaghfirlii dzunuubi waftahlii abwaaba rohmatika.
Yaa Allah ampunilah aku dan bukakanlah bagiku pintu rahmat- Mu.




   Ketika keluar dari masjid melafadzkan do’a


Jumlah rakaat shalat tahiyyatul masjid adalah duarakaat dengan diawali dengan niat sebagai berikut.



Ushalli sunnatat tahiyyatul masjidi rak’ataini lillahi ta’aala Allahu akbar.
Aku niat shalat Tahiyyatul masjid dua raka’at karena Allah ta’ala, Allahu akbar.
Namun apabila ketika memasuki masjid sudah dekat waktu iqmat mak sebaiknya jangan mengerjakan shalat ini, karena dapat menyebabkan ketinggalan takbiratul ihramnya imam. Ketika dalamkondisi demikian maka shalat sunnat ini diganti dengan membaca tasbih, lafadz tasbih yaitu sebagai berikut




Subhanallahii walhamdulillah walaa ilaahaillaallaahu wallaaahu akbar.
Walaahaula wala quwwata illa billahil aliyyil adzim.
Maha suci Allah, dan segala puji bagi-Nya dan tiada yang berhak disembah kecuali Allah, dan Allah itu maha besar. Dan tiada daya upaya dan tidak ada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah yang Maha Luhur lagi Maha Agung.
Demikianlah setiap kali kita memasuki masjid hendaknya jangan kita lupakan untuk mengerjakan shalat Tahiyyatul Masjid, sebagai tanda kita menghormati masjid.
SHALAT SUNNAT FAJRI
Shalat sunnat Fajri termasuk kedalam shalat sunnat yang tidak disunnatkan untuk berjamaah. Banyak sekali hadits – hadits yng menjelaskan tentang keistimewaan dan keutamaan shalat ini. Antara lain adalah sebagai berikut :


Dua rakaat shalat sunnat faj’ri lebih baik dari dunia dan seisinya. ( H. R Ahmad dan At-Tirmidzi r.a)
Dari abu hurairah bahwasanya Rasulullah saw, bersabda : Jangan engkau tingggalkan kedua raka’at sunnat Faj;ri itu, meskipun kalian dikejar oleh tentara berkuda. (H.R Abu dan Baihaqi.r.a)
Siti Aisyah berkata, bahwa :
Rasulullah saw, menutamakan shalat sunnat sebelum subuh ( sesudah terbit fajar shidiq ) itu dengan selalu rajin, yakni shalat sunnat faj’ri. (H.R Bukhari dan Abu Dawud r.a ).
Cara melaksanakan salat sunnat Faj’ri
Waktu melaksanakan Shalat sunnat Fajri yaitu ketika terbit fajar shidiq setelah adzan shubuh ( awal waktu )
Niat untuk melaksanakan shalat sunnat fajri adalah



Ushalli sunnatal faj’ri rak ataini lillahi ta’aala
Aku niat shalat sunnat Fajri dua raka’at karena Allah ta’ala. Allahu akbar
Surat yang dibaca didalam shalat sunnat Faj’ri adalah
Rakaat awal ba’da fatihah : Qul Yaa Ayyuhal kaafiirun ( Al- Kaafiruun )
Rakaat kedua ba’da fatihah : Qul huwallahu Ahad ( Al-Ikhlas )
SHALAT SUNNAT ISYROQ
Shalat sunnat isyroq adalah shalat sunnat yang tidak disunnatkan untuk berjamaah. Isroq artinya terbuka dan terbit. Dan shalat ini merupakan sebagian dari sunnat Nabi Muhammad saw. Dan tabarrukan kepada para aulia r.a. Camkan dan hayati isi doanya.
Cara melaksanakan shalat sunnat Isyroq
Waktu untuk melaksanakan shalat sunnat isyroq adalah sesudah matahari terbit satu jengkal tingginya sampai naik sepenggalah, kira – kira jam 06.00 sampai jam 06.30 WIB.
Jumlah rokaatnya, sholat isyroq ini bisa dilaksanakan dengan dua roka’at, empat roka’at, atau enam rokaat.
Niatnya
                   Niat sholat ini dapat di lihat dibawah ini :





Ushollii sunnatal isyroqi rok’ataini lillahi ta’aalaa. Allahu Akbar
Artinya : Aku niat Shalat isyrok dua rokaat karena Allah taalaa. Allahu Akbar
Surat yang dibaca, Di dalam melaksanakan shalat sunnah isyroq ini didalam rakaat awwal ba’da Fatihah membaca Allahu nuurussamaawaati wal ardhi sampai dengan wallohu bikulli syaiin Aliim. Atau membaca surat Al-Kaafirun.
Kemudian pada rakaat yang kedua da’da fatihah membaca Fiibuyuutin adzinallahu sampai dengan bighairi hisaab, atau juga bisa membaca surat Al-Ikhlas.
Doa yang dibaca setelah melaksanakan sholat isyroq adalah sebagai berikut :











Alhamdu lillahil ladzii ja’alal yauma aafiyatan wa jaa-asysyamsu min math laihaa. Allohummarzuqnii khairo haadzal yaumi wadfa’ anii syarrahu. Allahumma nawwir qolbii binuuri bihidaayatika kamaa nawwartal ardho binuuri syamsika abadan abadaa. Birohmatika yaa arhamarrohimiin.
      Artinya :  Segala puji bagi Allah, yang telah menjadikan hari ini sejahtera dan telah                                          Terbit matahari dari tempatnya. Yaa Allah, berilah aku kebaikan hari ini dan
jauhkanlah daripadaku keburukan hari ini. Yaa Allah terangilah hatiku dengan cahaya dan hidayahMu, sebagaimana telah Engkau terangi bumi dengan matahariMu terus menerus. Dengan rahmatMu yaa Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha penyayang..
Keterangan : Dalam melaksanakan shalat sunnat isyroq sebaiknya dilakukan sebanyak enam roka’at, akan tetapi terbagi menjadi tiga macam sholat, yaitu :
Dua rokaat pertama adalah khusus shalat isyroq itu sendiri dan tata cara melaksnakanya sudah dijelaskan terlebih dahulu.
Dua rakaat selanjutnya di isi dengan menggunakan shalat sunnat isti’adah dan tata cara melaksanakan shalat sunnat isti’adah ini akan dijelaskan dalam pembahasan selanjutnya.
Dua roka’at yang ketiga di isi dengan melaksanakan sholat sunnat istikharoh. Shalat sunnat istikharoh disini bisa diniati bersamaan dengan sholat sunnat isyroq, juga bisa diniati sholat sunnat istikharoh saja, kalo diniyati bersamaan dengan sholat isyroq maka niatnya adalah sebagai berikut



Ushollii sunnatan isyroq ma’al istikharoh rok’ataini lillaahi ta’aalaa Allahu akbar.
Artinya : Aku niat sholat sunnat isyroq beserta istikharoh dua rokaat karena Allah ta’laa Allahu Akbar.

Ketahuilah bahwasanya segala nikmat yang telah kita peroleh dari Allah SWT, berupa kedamaian, ketenteraman, kemanan dan segala fasilitas yang telah disuguhkan alam semesta yang telah mencukupi semua kebutuhan kita sebagai manusia, seperti misalnya turunya hujan, kesuburan tanah, lebatnya tanaman dan lain sebagainya itu semua tidak terlepas dari peran serta para wali-wali Allah yang merupakan orang – orang pilihan yang sangat dicintai Allah SWT karena pengabdian mereka yang ikhlas dan tulus kepada Allah. Sebab keberadaan mereka itulah Allah SWT melimpahkan kasih sayangnya kepada kita semua yang selalu berlimpang dengan maksiyat dan dosa. Sesungguhnya Allah taala tiada lagi kan menurunkan hujan dan Tiada lagi kan menumbuhkan tanaman dimuka bumi ini tanpa keberadaan mereka, karena keberadaan mereka juga segala bala dan bencana yang telah kita ciptakan melalui sifat ingkar, maksiyat dan dosa-dosa kita menjadi urung diturunkan oleh Allah, kerena Allah SWT memandang kekasihnya yang dengan tulus ikhlas memohon ampun atas segala dosa – dosa yang telah kita perbuat. Untuk itulah sudah seharusya kita semua berkhidmat kepada para wali-wali Allah dan sholat isyroq ini merupakan sebuah sarana untuk berkhidmat kepada para wali Allah, dengan mendawamkan sholat isyroq ini akan tercurah barokah dari Allah SWT melalui Nur ma’rifat yang telah Allah semayamkan dihati mereka. Hidayah ilahiyah akan selalu mengalir kepada kita karena kita senantiasa memohon petunjuk dalam setiap langkah yang kit perbuat melalui sholat sunnat istikharoh dan insya Allah kita akan senantiasa dijauhkan dari kesesatan, coba kita renungkan isi kandungan yang terdapat didalam do’a sholat sunnat Isyroq niscaya kita temukan makana yang termat dalam disana. Kemudian melalui sholat sunnat istiadah kita senantiasa memohon perlindungan kepada Allah SWT dari berbagai marabahaya yang selalu membayangi kita dalam setiap waktu sehingga dengan perlindungan Allah SWT dan baraokah dari para Wali kita kan senantiasa dijauhkan dari segala mara bahaya. Maka kita memohon kepada Allah agar kita semua tergolong orang – orang yang berkhidmad dengan para wali Allah dan meyakini segala kharomah yang telah Allah titipkan kepadanya dengan tanpa sedikitpun rasa bimbang dan keraguan. Karena kalau kita telah meragukan karomah para wali sesungguhnya kita telah meragukan Alqur’an  sebagai mu’jizat Nabi Muhammad SAW.
SHALAT SUNNAT ISTI’ADAH
Shalat sunnat isti’adah adalah sholat sunnat yang tidak disunnatkan untuk berjamaah. Isti’adah berarti memohon perlindungan kepada Allah SWT dari segala macam marabahaya. Karena kita sebagai manusia yang hidup dimuka bumi tentunya selalu dibayang – bayangi oleh marabahaya di sekeliling kita berupa bencana alam, penyakit, kecelakaan, dan mara bahaya lainya yang memang semua itu adalah akibat dari ulah manusia itu sendiri. Bahkan kita telah melihat sendiri dewasa ini berbagai macam penyakit yang membahayakan telah muncul di muka bumi seperti HIV AIDS, SARS, FLU BURUNG ( H5N1 ), FLU BABI ( H1N1 ), kita juga melihat segudang malapetaka yang telah dipersiapkan oleh manusia melalui perlombaan senjatu nuklir dan lain sebagainya, itu semua merupakan marabahaya yang membayangi kita semua. Disamping segudang marabahaya tersebut diatas ada persoalan yang lebih berbahaya dari itu semua yaitu segala macam gaya hidup, prinsip hidup, yang jauh dari nilai – nila salami sebagai hasil produk arus globalisasi yang siap mengikis habis keimanan kita semua. Sudah semestinya kita semua sebagai manusia yang lemah senantiasa Memohon perlindungan kepada Allah SWT dengan mendawamkan sholat isti’adah. Adapun cara melaksanakan sholat isti’adah adalah sebagai berikut :
Waktunya : Sholat sunnat isti’adah ini dilaksanakan bersamaan dengan sholat isyroq ( ba’da isyroq ).
Banyak roka’atnya, sholat sunnat isti’adah dilaksanakan dua rokaat.
Niatnya, niat sholat sunnat isti’adah adalah sebagai berikut :




Ushollii sunnatan isti’adatan rokataini lillaahi ta’aalaa Allahu Akbar.
Artinya : Aku niyat sholat sunnat isti’adah dua rokaat karena Allah ta’alaa
Surat yang dibaca adalah, pada roka’at pertama ba’da fatihah yang dibaca  Surat Al –Falaq 1 kali, kemudian pada roka’at kedua ba’da fatihah surat An-nnas 1 kali.
SHALAT SUNNAT DHUHA
Shalat sunnat dhuha itu artinya shalat yang dilakukan ketika naiknya matahari, keutmaan dari shalat sunnat dhuha ini sangat besar. Banyak sekali hadits-hadits yang menjelaskan betapa besarnya keutamaan dan keistimewaan dari shalat sunnat dhuha ini. Betapa tinggi kedudukan shalat dhuha sehingga didalam syariat Islam menganjurkan untuk melaksanakanya dengan sangat kuat sekali, sebagaimana hadits dibawah ini :




Artinya : Barang siapa memelihara ( mengerjakan ) shalat Dhuha ia diampuni segala dosanya walaupun sebanyak jumlah ombak di lautan.
Maksud dan makna dari hadits ini tidaklah berlebihan karena orang yang melaksanakan shalat Dhuha adalah orang-orang yang memiliki perhatian dan keyakinan sangat besar terhadap kekuasaan Allah SWT, segala nikmat dan rizki yang telah ia peroleh senantiasa disyukurinya ia merasa lemah tiada memiliki daya dan upaya dihadapan Allah yang maha agung sehingga ia bersimpuh memohon kepada Allah ditengah-tengah kesibukan bekerja. Sementara orang lain masih tenggelam dalam segudang kesibukan ia teringat dan menghampiri dzat yang telah mengatur kehidupan, orang yang melaksanakan shalat Dhuha ini bisa di ibaratkan seperti kehidupan ditengah-tengah kematian seperti pohon yang rindang ditengah-tengah pohon yang gersang, sehingga orang yang selalu mendawamkan shalat Dhuha akan dibebaskan oleh Allah SWT dari tuduhan sebagai ahli ghoflah ( orang yang lupa kepada Allah ).
Karena begitu besarnya kutamaan shalat Dhuha maka Allah SWT telah menjanjikan kebahagiaan bagi siapa sja yang mendawamkan shalat Dhuha, sebagaimana hadits Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh At-Tabrani r.a ;






Artinya : Sesungguhnya di syurga itu ada pintu yang namanya pintu Dhuha.  Maka ketika telah tiba hari kiamat telah tiba, ada panggilan, “ Barang siapa yang suka membiasakan shalat Dhuha, inilah pintu kamu sekalian masuklah kamu sekalian dengan Rahmat Allah SWT. Shalat Dhuha pada hakekatnya adalah wujud ungkapan rasa syukur seorang hamba kepada Allah SWT. Hal ini karena teramat banyak dan tak mungkin bisa dihitung nikmat Allah yang telah diberikan kepada manusia dan setiap nikmat tersebut dimintai pertanggung jawabanya agar dikeluarkan shodaqoh sebagai ungkapan syukur dalam setiap nikmat,contoh nikmat-nikmat itu seperi bernafas, melihat, merasa, mencium, bergerak, makan, minum, berkedip, tidur dan segudang nikmat-nikmat yang tidak mungkin bisa dihitung, Karena teramat banyak manusia menerima nikmat dari Allah maka manusia tidak mampu bersyukur, dengan shalat Dhuha inilah manusia bisa membayar dan mensyukuri nikmat-nikmat Allah itu karena pahala shalat Dhuha sangatlah besar sebagaiman hadits yang telah diriwayatkan Ahmad dan Muslim, dan Abu dawud. R.a :











Artinya : Tiap satu tulang persendian ada pahalanya. Satu kalimat subhanallah ada pahalanya. Satu kalimat Alhamdulillah ada pahalanya, dan setiap kalimat LaaIlaaha Illalloh ada pahalanya, satu kalimat Allahu Akbar ada pahalanya. Satu amar ma’ruf ada pahalanya dan satu nahi mungkar ada pahalanya. Tetapi apabila orang yang mengerjakan sholat Dhuha dua rak’at maka memadahilah pahalanya dengan pahala-pahala dengan pahala-pahala yang tersebut diatas.
Dan hadits yang diriwayatkan oleh ( H.R. Ahmad dan abu Dawud r.a ) Yang artinya : Dua raka’at saja dalam shalat Dhuha dapat mencukupi tigaratus enam puluh kali shodaqoh.
Adapun keistimewaan lainya yang diberikan Allah SWT kepada orang-orang yang mendawamkan shalat Dhuha adalah senantiasa dimudahkan datangnya rizqi ynag halal lagi thoyyib serta berkah yang tak berkesudahan. Hal ini adalah sebagai wujud konskwensi bagi orang-orang yang mau mensyukuri nikmat-nikmat Allah maka nikmatnya akan dilipat gandakan Allah SWT. Sebagaimana firman Allah




Artinya ; Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti kami akan menambah nikmat kepadamu. ( QS.I brahim ; 7 )
Tata cara melaksanakan shalat Dhuha :
Waktunya : Waktu untuk melaksanakan shalat Dhuha adalah mulai dari matahari naik sepenggalah, sekitar jam 07.30, sampai menjelang tengah hari, sekitar jam11.15 WIB
Banyaknya jumlah raka’at : Shalat Dhuha dikerjakan dua atau empat rakaat. Rasulullah SAW  biasa mengerjakan shalat Dhuha ini sampai dengan delapan rakaat, dan pada tiap-tiap dua raka’at satu salam atau juga bisa dikerjakan dengan tiap empat raka’at satu salam.
Niatnya, niat untuk melaksanakan shalat Dhuha adalah :



Ushallii sunnatadh dhuhaa rak’ataini lillaahi ta’alaa. Allaahu Akbar.
Artinya : Aku niat shalat sunnat dhuha dua raka’at karena Allah ta’ala Alahu Akbar.
Surat Yang Dibaca : Dalam mengerjakan shalat sunnat Dhuha ini hendaknya membaca Wasysyamsi wadhuhaahaa atau Qulyaa ayyuhal kaafirun, atau kedua-duanya pada tiap raka’at awwal ba’da fatihah. Dan membaca Wadhdhuhaa wallaili idza saja atau Qul huwallahu ahad atau kedua-duanya dalam tiap raka’at kedua ba’da fatihah.
Doa sesudah mengerjakan shalat sunnat Dhuha :





























     Allhumma innadh-dhuhaa-a dhuhaa uka, walbahaa-a bahaa-uka, waljamaala jamaaluka, walquwwata quwwaatuka, walqudrota, qudrotuka waishmata ish-matuka.
Allahumma inkaana rizqii fissamaaa-I faanzilhu, wain kaana fil’ardhi fa akhrijhu, wainkaana filmaa-I walbahri fathli’hu, wainkaana mu’siran fayassirhu, wain kaana haraman fathahirhu, wa’inkaana ba’iidan faqorribhu, wa’in kaana qoliilan fakatsirhu, wain kaana katsiiron fabaariklii fiihi wa aushilhu ilayya haitsu kuntu walaa tanqulnii ilaihi haitsu kaana waj’al yadiyal’ulya bii’thaai, walaa taj;alhas sulfa bil-isti’thaa-I, innaka alaa kulli syai’in qadiir.
Bihaqqi dhuhaa-ika wal-bahaa-ika wal jamaalika wal quwwatika wa’ishmatika, walaa haulaa walaaquwwata illa bika, aatini maa ataita ibaadakash-shoolihiin. Washollallohu alaa sayyidina Muhammadiw wa aalihii washohbbihi wasallam, walhamdulillahi rabil aalamiin.
Artinya : Ya Allah Tuhanku! Sesungguhnya dhuha itu adalah dhuha Engkau, dan bagus itu adalah bagus Engkau, dan cakap itu cakap engkau, dan kuwat itu kuwat Engkau, dan kuasa itu kuasa Engkau, dan pemelihara itu pemelihara Engkau.
Yaa Allah Tuhanku! Kalau keadaan rizkiku dilangit maka turunkanlah ia, dan kalau ada di dalam bumi maka keluarkanlah ia, dan kalau rizkiku ada didalam lautan maka keluarkanlah ia, dan kalau lambat maka cepatkanlah ia, dan kalau sulit maka mudahkanlah ia, dan kalau haram maka halalkanlah ia, dan kalau jauh maka dekatkanlah ia, dan kalau sedikit maka perbanyaklah ia, dan kalau banyak maka berkahkanlah bagiku. Dan sampaikanlah padaku dimana saja ia berada. Janganlah Engkau pindahkan daku ketempat itu. Dan jadikanlah tangan saya menjadi pemberi, dan janganlah tangan saya Kau jadikan dibawah karena jadi tukang meminta.
Dengan hak dhuha Engkau, dan kebagusan Engkau, dan kecakapan Engkau, dan pemeliharaan Engkau, dan tidak ada daya dan upaya serta kekuatan kecualli dengan pertolongan Engkau.
Sampaikanlah kepadaku apa yang Engkau sampaikan kepada hamba-hamba Engkau yang shaleh.
SHALAT SUNNAT KIFARATIL BAULI
Shalat sunnat kifarotul bauli adalah shalat sunnat yang dikerjakan dalam rangka hati-hati untuk menebus dosa akibat rosyas, rosyas adalah percikan air kencing yang mengenai anggota badan atau pakaian kita sehabis kita buang air kencing atau munkin karena sudah terjadi kelainan sehingga air kencing sering bocor dan tidak bisa dikendalikan ( beser ), dikarenakan penyakit dan usia yang sudah lanjut.
Tata cara melaksanakan shalat sunnat kifarotil bauli

Waktunya : Setiap setelah selesai bung air kecil terlebih lebih yang dikhawatirkan terkena rosyas ( percikan air kencing yang mengenai anggota badan atau pakaian ). Jika shalat ini akan dilaksanakan satu kali dalam sehari maka waktunya berbarengan dengan shalat dhuha atau lebih tepatnya ba’da dhuha.
Banyaknya : Shalat sunnat kifarotil bauli ini dilakukansebanyak dua raka’at.
Niatnya : Niat shalat sunnat kifaratil baul adalah sebagai berikut :



Ushallii sunnatan kifaarotil bauli rak’ataini lillahi ta’aala. Allahu Akbar.
Aku niyat shalat sunnat kifarotil bauli rak’ataini lillahi ta’alaa. Allahu Akbar.
Surat yang dibaca, dalam melaksanakan shalat sunnat kifaratil bauli ini surat yang dibaca adalah sebagai berikut : Setiap rakaat ba’da fatihah membaca Ayat Qursi satu kali dan innaa ‘a thaina tujuh kali.


SHALAT SUNNAT AWWABIN
Diantara shalat sunnat yang tidak di sunnatkan untuk brjamaah adalah shalat sunnat awwabin. Shalat sunnat ini dilakukan pada waktu yang sangat istimewa, yaitu
Waktu mubarokah, yakni waktu yang diberi barokah Allah
Waktu fadhilah, yakni waktu yang sangat berfaedah.
Waktu yang sangat mukia.
Sebaiknya kesempatan waktu mubarokah ini dimanfaatkan dengan memperbanyak amalan – amalan yang sangat berfaedah ( berawrad ), seperti : Istighfar (memohon ampun ), dzikir ( mengingat Allah ), tahmid ( memuji Allah ), tasbih ( mensucikan Allah ), membaca Al-Qur’an, bershalawat dan berdo’a atau dengan tawassul kemudian shalat sunnat.
Keistimewaannya menurut sabda Rasulullah SAW :





Artinya : bBarang siapa yang shalat antara Maghrib dan isya dua puluh rakaat maka Allah dirikan untuknya gedung di surga. 9 AL-Hadits )
Dan rasulullah SAW bersabda lagi :







Artinya : Barang siapa shalat sehabis shalat maghrib enam raka’at saja dengan tidak diselingi bercakap – cakap, maka pahalanya, sebanding dengan ibadat dua belas tahun. ( H.R. Bukhari Muslim )
Cara melaksanakan shalat sunnat awwabin :
Waktunya : Waktu shalat sunnat awwabin adalah diantara waktu Maghrib dan Isya, yaitu sehabis shalat fardhu Maghrib, sebelum shalat fardhun isya.
Banyaknya : Sekurang sekurangnya dua rakaat, empat rakaat , enam rakaatm dan yang paling utama adalah dua puluh raka’at.
Niatnya :
Awwabin Faqot ( khusus Awwabin saja ).




Ushalii sunatal awwabina rak’ataini lillahi ta’aalaa. Allahu Akbar.
Aku niat shalat sunnat awwabin dua raka’at karena Allah ta’alaa.
Awwabib serta hifdhil iman



Usahallii sunnatal awwabiina ma’aal hifdhil iimaani rak’ataini lillaahi ta’aalaa. Allaahu Akbar.
Aku nniat shalat sunnst Awwabin beserta hifdhil imaan rakatainimlillahi ta’alaa. Allahu akbar.
Awwabin serta istikharah.
Usahallii sunnatal awwabiina ma’aal istikharoti rak’ataini lillaahi ta’aalaa. Allaahu Akbar.
Aku nniat shalat sunnst Awwabin beserta istikharoh rakatainimlillahi ta’alaa. Allahu akbar.

Surat yang dibaca : Dalam melaksanakan shalat sunnat ini pada rakaat pertama ba’da fatikhah membaca surat Al-Akaafiruun.Kemudian pada raka’at yang kedua ba’da fatikhah mambaca sutrat Al- Ikhlas atau surat apa saja yang disukai.
Catatan : Tertibnya shalat sunnat antara Maghrib dan isya yang kewarid sekurang – kurangnya dua raka’at, enam raka’at, sepuluh raka’at dan yang paling utama dua puluh raka’at. ( Al-Hadits )
Shalat sunnat ba’da maghrib dua raka’at.
Shalat sunnat awwabin ( khusus awwabin saja ) dua raka’at.
Shalat sunnat awwabim serta hifdhil iman dua raka’at.
Shalat sunnat awwabin serta istikharah dua raka’at.
Shalat sunnat hajat …………..dua raka’at
Shalat sunnat halala – hajati ( Saefi )………rakaat.
Shalat sunnat lidaf’il bala’i…………………..dua raka’at
Shalat sunnat ikhlas …………………………….dua raka’at
Terakhir shalat sunnat muthlaq ………………….dua rak’at


SHALAT SUNNAT LIHIFDHIL IMAN
Sabda Shalat sunnat lihifdhil iman ini adalah shalat sunnat yang tidak disunnatkan berjamaah. Shalat sunnat lihifdhil iman adalah shalat sunnat untuk memelihara iman. Sebagaimana Nabi besar Muhammad SAW :





Barang siapa ingin dipelihara imanya oleh Allah SWT. Maka hendaklah ia shalat dua rakaat ( lihifdhil iman ) sehabis shalat fardhu Maghrib.
Tata cara dalam melaksanakan shalat sunnat lihifdhil iman adalah sebagai berikut :
Waktunya, shalat sunnat lihifdhil iman dilaksanakan sehabis shalat fardhu Maghrib dan sesudah shalat sunnat Awwabin.
Banyaknya, shalat sunnat ini dilaksanakan sebanyak dua raka’at.
Niatnya, shalat sunnat ini niatnya adalah sebagai berikut :




Ushallii sunnatan lhifdhil imani rak’ataini lillahi ta’alaa.Allahu ta’aalaa.
Allahu Akbar.
Aku shalat sunnat lihifdhil iman dua raka’at. Allahu akbar.
Surat yang dibaca, dalam melaksanakan shalat sunnat lihifdhil iman ini adalah pada tiap rakaat ba’da fatihah mambaca surat Al – Ikhlas enam kali dan muawwidatain yaitu surat Al-Falaq dan An-Nass masing-masing satu kali.
Do’a yang dibaca setelah melaksanakan shalat sunnat lihifdhil iman adalah sebagai berikut :






Allahumma astaudi’uka iimaanii fii hayaatii wa’inda mamaatii wa ba’da mamaati fahfadhu’alayya innaka alaa kulli syai’in qadiir.
Artinya : Ya Allah, sesungguhnya aku serahkan imanku padamu di dalam hidupku dan waktu matiku serta sesudah matiku. Maka peliharalh lahir atasku. Sesungguhnya Engkau sangat berkuasa atas segala sesuatu itu.
Catatan : Dalam setiap kita berdo’a hendaknya memperhatikan adab berdo’a diantaranya adalah sebagai berikut :
Menghadap kea rah kiblat
Menadahkan kedua tangan.
“Ud’u robbakum tadhoorru’an” merendahkan diri serendah – rendahnya dihadapan Allah SWT.
“Wakhufiyatan” menghayati isi atau kandungan do’a
“Khouf” takut bahwa do’anya tidak akan dikabulkan oleh Allah sehingga berusaha menghindari segala larangan – larangan Allah.
“Thoma” Sangat berharap sekali doanya bisa dikabulkan Allah.
Mengusapkan kedua belah tangan kemuka setelah membaca do’a.
Yaqin bahwa Allah akan mengabulkan do’anya



Artinya : “ Berdo’alah kamu dan kamu yakin kepada Allah maka akan dikabulkan ”
            Do’a merupakan permohonan, cetusan hati nurani yang disampaikan kepda Allah SWT sang Maha Pencipta Alam Semesta. Usaha tanpa adanya berdo’a adalah termasuk takabur sementara berdo’a tanpa adanya usaha adalah melamun. ( Al- Hadits )
Orang beriman itu tenteram hatinya, tenang jiwanya, sebab selalu ingat kepada Allah SWT ( dzikrullah ). Ketahuillah, hanya dengan mengingat kepada Allah SWT hati menjadi tenang. (Ar-Ra’du : 28 ).

SHALAT SUNNAT ISTIKHAROH
Shalat sunnat istikharoh termasuk golongan shalat sunnat yang tidak disunnatkan untuk berjama’ah. Shalat sunnat ini adalah shalat sunnat untuk memohon petunjuk kepada Allah akan ketentuan pilihan yang paling baik antra dua hal atau lebih yang belum bisa ditentukan baik buruknya.
Apabila seseorang berhajat dan bercita-cita akan mengerjakan sesuatu maksud, sedangkn ia ragu-ragu terhadap kehendaknya itu, apakah sebaiknya dilaksanakan terus atau sebaikna ditinggalkan saja. Dalam peristiwa seperti ini sudah pasti menimbulkan kebingungan bagi kita sebagai manusia yang penuh dengan kelemahan dan kebodohan apalagi hati kita senantiasa diikuti oleh hawa nafsu dan bisikan syetan. Maka dari itulah bagi kita yang menghadapi peristiwa diatas supaya bisa mendapatkan keputusan yang terbaik dari sisi Allah, disunnatkan shalat dua raka’at shalat sunnat istikharoh.
Perlu diketahui bahwa shalat istikharoh bukanlah shalat dalam rangka mencari mimpi, yakni sesudah shalat istikharoh kemudian tidur untuk mendapatkan mimpi yang memberikan alamat tentang maksud hajat itu. Akan tetapi shalat istikhroh adalah shalat untuk mendapatkan kebaikan dari sisi Allah, artinya nantinya kita akan diberi kemampuan untuk memilih sesuatu yang terbaik menurut Allah, dan apabila kita melaksanakan kehendak tersebut akan mendapatkan barokah dari sisi Allah
Telah berkata Imam Ghazali : “Dikala kita bimbang atau ragu dalam melakukan sesuatu hal, mana yang lebih baik, sedangkan keadaan mendesak tetapi keputusan tidak diperoleh juga, maka lakukanlah shalat sunnat istikharoh!
Insya Allah jalan yang gelap akan menjadi terang.
Akan terbuka jalan menuju cita – cita.
Pasti Alah akan membrikan futuh serta pertolonganya.
Tiada akan kecewa bagi orang-orang yang melaksanakan shalat istikharoh.
Lakukanlah shalat sunnat istikharoh secara dawam dan istiqomah.
Tata cara melaksanakan shalat sunnat istikharoh adalah sebagai berikut :
Waktu melaksanakanya
Shalat sunnat istikharoh dapat dilakukan kapan saja, baik siang ataupun dimalam hari. Adapun jika hendak dilakukan secara istiqomah maka kalau siang dilakukan bersamaan dengan shalat isroq sementara kalau malam hari dilakukan diwaktu Isya’aini (ba’da maghrib). Akantetapi sangat diutamakan dilakukan pada waktu tengah malam, sewaktu dengan shalat tahajjud.
Banyak raka’atnya
Shalat sunnat istikharoh dilaksanakan dua rakaat
Niatnya
Niat untuk melaksanakan shalat sunnat istikharoh adalah sebagai berikut :



Ushalli sunnatan istikharoti rak’ataini lillaahi t’alaa. Allahu Akbar.
Artinya “Aku niat  shslst sunnat istikharoh dua rakaat karena Allah ta’ala Allahu Akbar.
Surat yang dibaca
Dalam melaksanakan shalat sunnat istikharoh maka pada raka’at awwal ba’da fatihah membaca surat Al-Kafirun, dan rakaat kedua ba’da fatihah membaca surat Al-Ikhlas. Tetapi juga bisa membaca surat yang disukai.
Do’a sehabis melaksanakan shalat sunnat istikharoh.












Allahumma innii astakhiruka bi’ilmika, wa’as taqdiruka biqudratika,    wa-as-luka min fadhlikal adziim. Fa-innaka taqdiru walaa aqdiru, wata’ lamu walaa a’lamu, wa anta allamul ghuyuub. Washollalloohu alaa sayyidina Muhammadiw wa-al-alihi wa-ash-haabihi wasallam. Walhamdulillaahi rabbil alamiin.
Artinya “Yaa Allah, saya mohon dengan tinjauan-Mu yng lebih jauh supya saya dipilihkan jalan yang baik. Saya mohon kepastian dengan qudrat kekuasaan-Mu supaya ditaqdirkan buat diriku, mohon kemurahan-Mu yang Agung. Sebab hanya engkaulah yang dapat mentaqdirkan (melaksanakan), sedangkan saya tidak. Engkaulah yang dapat meninjau lebih jauh sedangkan saya tidak. Hanya Engkaulah yang maha mengetahui tentang hal-hal yang ghaib. Dan semoga shalawat dan salam senantiasa tetap tercurah kepada Nabi Muhammad SAW dan kepada keluarganya serta para shohabatnya. Dan segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam. (Riwayat Abu Daud dan Ibnu Majah).

SHALAT SUNNAT WITIR
Shalat sunnat witir termasuk kedalam shalat sunnat yang tidak disunnatkan berjama’ah, kecuali pada bulan Ramadhan.
Witir artinya ganjil, yaitu ganjil jumlah rakaatnya. Shalat sunnat ini lebih utama daripda shalat sunnat rawatib. Karena menurut pandangan imam bu Hanifah shalat sunnat ini hukumnya wajib.
Sebagaiman Nabi Muhmmad SAW bersabda :



Artinya “Shalat sunnat witir itu tetap haq atas setiap orang Islam”.
Dan nabi Muhammad SAW juga bersabda :



Artinya “Hai para pencinta Al-Qur’an! Kerjakanlah shalat sunnat witir (Ganjil), sebab Tuhan itu Maha Tunggal. Dia suka terhadap bilangn yang tunggal.
Dari hadits diatas maka dapat diambil suatu pelajaran bahwa betapa pentingnya shalat sunnat witir ini bagi umat muslim, yang telah mengaku bertuhankan Allah Yang Maha Ganjil. Allah SWT menyukai bilangan ganjil maka sudah sepatutnya bagi umat yang mengharapkam ridho Allah SWT untuk senantiasa melaksanakan dan beristiqomah didalam hitungan ganjil termasuk didalam ibadah shalat.
Tata cara melaksanakan shalat sunnat witir :
Waktu melaksanakan shalat sunnat witir
Shalat sunnat witir dilaksanakan sesudah shalat sunnat fardhu Isya sampai terbit fajar shiddiq atau dilaksanakan setiap habis mengerjakn shalat sunnat malam (Tahajjud).
Jumlah raka’atnya
Shalat sunnat istikharoh sekurang-kurangnya dilaksanakan satu raka’at dan pada umumnya dikerjakan tiga raka’at. Adapun yang paling sempurna adalah sebelas raka’at.
Niat melaksanakan shalat sunnat istikharoh
Niatnya untuk satu raka’at



Ushalli sunnatal witri rak’atan lillahi ta’alaa. Allahu Akbar.
Artinya”Aku niat shalat sunnat witir satu raka’at karena Allah ta’ala, Allahu Akbar.
Niatnya untuk dua raka’at




Ushalli sunnatal witri rak’ataini lillahi ta’alaa. Allahu Akbar.
Artinya”Aku niat shalat sunnat witir dua raka’at karena Allah ta’ala, Allahu Akbar.
Niatnya jika dikerjakan sekaligus tiga raka’at.




Ushalli sunnatal witri tsalatsa raka’aatin lillahi ta’alaa. Allahu Akbar.
Artinya”Aku niat shalat sunnat witir tiga raka’at karena Allah ta’ala, Allahu Akbar.
Keterangan
Shalat sunnat witir jika akan dikerjakn lebih dari satu raka’at, mula-mula dilakukn dua atu dua-dua. Sisanya yang satu raka’at dilakukan terakhir. Tetapi jika hendak dilaksanakan tiga raka’at maka bisa dikerjakan tiga raka’at sekaligus.
Surat yang dibaca
Raka’at pertama ba’da fatihah membaca : Sabbihisma robbikal a’la.
Raka’at kedua ba’da fatihah membaca : Qul yaa ayyuhl kaafiruun.
Rakaat ketiga ba’da fatihah membaca : Qul huwallohu ahad, Qul a’uudzuu birobbinnas, Qul a’udzu birobil falaq.
Kalau shalatnya lebih dari tiga raka’at hendaknya surat-surat tersebut diatas dibaca pada raka’at yang terakhir.
Do’a yang dibaca
Disunnatkan sesudah shalat sunnat witir membaca do’a dibawah ini :








Subhaanal malikil quduus (3x). Allahumma innii a’udzu biridhaak min sakhaatika wabimu’aafatika min uquubatika wabika waminka l ushi tsanaa-an alaika anta kamaa atsnaita ala nafsika.
Artinya “Maha Suci Allah, Maharaja lagi Maha Suci (3x). Yaa Allah sesungguhnya aku berlindung dengan ridho Engkau daripada murka Engkau. Dan dengan Engkau dan dari Engkau segala pertolongan. Aku tidak dapat menghitung banyaknya pujian atas Engkau, ya Tuhanku, sebagaimana Engkau memuji Engkau sendiri.
Peringatan
Disunnatkan bagi orang yang terbiasa bangun di akhir malam sebelum fajar siddiq (waktu subuh) untuk mengerjakan witirnya pada akhir malam.
Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW :



Artinya “Jadikanlah akhir shalat kamu sekalian waktu malam ialah shalat witir.”
Shalatr sunnat witir tidak boleh dilakukan dua kali. Dalam satu malam hanya boleh dilkukan satu kali shlat sunnat witir.
Kalau tidak dapat bangun malam atau menjelang malam berakhir hendaknya mengerjakan witir lebih dahulu sebelum tidur. Maksudnya untuk menjaga agar shalat sunnat witir jangan sampai ketinggalan.
SHALAT SUNNAT SIRRULLAHI
Shalat sunnat Sirullahi termasuk ke dalam shalat sunnat yang tidak disunatkan berjamaah. Sirullahi artinya adalah rahasia Allah SWT bagi hamba-Nya, bahawa Allah tiadalah terlihat oleh mata kepala tetapi terasa (ghaib).
Tata cara melaksanakan sholat sunnat sirullahi :
Waktunya
Setiap ba’da  Shalat sunnat syukrul wudhu, kalau dilaksanakan malam hari sebelum shalat sunnat tahajjud
Raka’atnya
Jumlah raka’at shalat sunat ini adalah dua raka’at.
Niatnya




Ushallii sunatan sirullahi rak’ataini lillahi ta’aalaa. AQllahu akbar.
Artinya : "Aku niat shalat sunnat sirullahi dua raka’at karena Allah ta’ala, Allahu Akbar.”
Surat yang dibaca
Setiap raka’at ba’da fatihah dapat dibaca surat apa saja. Namun ada baiknya sebagai hendaknya membaca surat dibawah ini :
Ra’kaat pertama ba’da fatihah : Surat Al-Ikhlas 33 dan ayat kursi satu kali
Raka’at kedua ba’da fatihah : Surat Al-Ikhlas tujuh kali.

SHALAT SUNNAT HAJAT
Shalat sunnat hajat adalah shalat sunnat yang dikerjakan karena ada hajat atau keinginan, baik hajat dunia yang berkaitan dengan sesama manusia maupun hajat kepada Allah SWT.
Suatu contoh adalah sebagai berikut :
Mohon terkabul apa yang dicita-citakan
Mohon berhasil dalam menempuh ujian
Mohonperlindungan Allah dari suatu bencana dan lain sebagainya.
Memohon pertolongan dan perlindungan kepada Allah SWT melalui Shalat adalah sangat dianjurkan oleh agama Islam, sebab ada firman Allah yang berbunyi :


Artinya : “Dan minta pertolonganlah (kepada Allah) dengan sabar dan shalat !(Al-Baqoroh 45)
Dan Nabi Muhammad SAW bersabda :
Artinya :”Barang siapa yang berwudhu dengan sebaik-baiknya, lalu shalat dua raka’at, maka apa saja yang diminta akan dipenuhi Allah SWT dengan segera ataupun ambat.”
Tata cara melaksanakan shalat sunnat hajat:
Waktunya
Shalat sunnat hajat dapat dilaksanakan kapan saja baik siang maupun malam. Akan tetapi akan lebih utama apabila dilaksanakan pada waktu tengah malam, jam 24.00-02.00-03.00 WIB. (Waktu-waktu turunya rakhMat Allah SWT ).
Jumlah raka’atnya
Shalat sunnat hajat dikerjakan dua raka’at, tetapi ada yang meriwayatkan 4 raka’at, 12 raka’at, pertingkahnya berbeda-beda dan banyak ragam cara dalam mengerjakanya, belum lagi kalau kita hendak mengikuti tata cara melaksanakan shalat sunnat hajatnya Sulthonul Auliya Syekh Muhyiddin Abdul Qodir Al-Jaelani.(akan di jelaskan kemudian)
Niatnya



Ushalli suntan hajati rak’ataini lillahi ta’aalaa
Artinya :’Aku niat shalat sunnat Hajat dua raka’at karena Allah ta’aalaa.Allahu Akbar
Surat yang dibaca
Dalam melaksanakan shalat sunnat hajat ini bisa membaca surat dibawah ini :
Raka’at pertama ba’da fatihah membaca surat Al-Kafiruuna 10 kali atau suratb Al-Iklas 10 kali.
Raka’at kedua ba’da fatihah surat Al-Ikhlas 10 kali atau 11 kali.
Atau setiap raka’at ba’da fatihah Surat Al-Ikhlas saja 11 kali. Raka’at pertama 11 kali dan raka’at kedua 11 kali juga.
Atau setiap raka’at ba’da fatihah ayat kursi 1 kali.
Keterangan
Setelah selesai shalat (salam) hendaknya sujud kembali satu kali, memohon ke[pada Allah SWT, tentang hajat (hasrat) hati dengan sungguh-sungguh, dengan sepenuh hati. Insya Allah akan dikabulkan.
Kemudian memanjatkan do’a lagi memohon ampun kepada Allah, memohon apa saja yang kita inginkan. Kalau tidak bisa menggunakan bahasa arab bisa menggunakan bahasa apa saja yang kita kuasai. Allah Mahatahu segala bahasa makhlukNya. Sudah barang tentu yang kita mohonkan adalah hal yang baik-naik. Kemudian jangan lupa membaca sholawat bani hasyim 10 kali atau sholawat nariyah 100 kali.

Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu[99], sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. (Al-Baqoroh 153).
Sedekat-dekat seorang hamba dengan Tuhanya ialah dalam sujud, oleh karena itu perbanyaklah berdo’a, maka patutlah diperkenankan do’amu. (HR.Muslim).
SHALAT SUNNAT TAHAJJUD
Shalat sunnat tahajjud adalah termasuk diantara shalat sunnat yang dilakukan diwaktu malam, disa’at suasana sunyi sepi, sehinga kita tenang dalam melaksanakanya dan menambah kekhusuan. Shalat sunnat tahajjud adalah shalat sunat yang lebih utama sesudah shalat sunnat fardhu, dan diunggulkan pahalanya, serta memiliki keistimewaan. Betapa tidak! Sebab, alangkah beratnya untuk bangun ditengah malam pada waktu sedang nyenyak tidur. Tetapi orang-orang yang beriman sanggup mengorbankan kesenanganya karena mengharapkan ridho dari Allah SWT. Alangkah bahagianya, kalau setiap malam kita dapat mengikhtiarkan untuk mengamalkan shalat tahajjud. Dan bacalah pada shalat malam apa yang musah bagi kamu dubaca, dzikir, membaca Al-Qur’an dan sebagainya.
Keutamaan menurut sab’da Rosuulullah SAW :




Artinya : ‘Shalat sunat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat sunat tahajjud”
Keunggulanya ditegaskan didalam Al-Qur’an;





Hendaklah kau gunakan sebagian waktu malam itu untuk shalat taajjud, sebagai shalat sunat untuk dirimu. Mudah-mudahan Tuhan akan membangkitkan engkau dengan kedudukan yang baik.
Keistimewaan sesuai dengan sabda Rasulullah SAW :









Artinya : “Kamu sekalian harus lazim(dawwam)dengan bangun tengah malam, yakni melaksanakan shalat sunnat tahajjud, Maka sesungguhnya shalat sunnat tahajjud itu pekerjaan orang-orang yang saleh sebelum kamu sekalian.

Hikmah yang bisa direguk bila istiqomah melaksanakan shalat tahajjud.

Tahajjud itu bisa mendekatkan diri kepada Allah Swt.
Tahajjud adalah menjadi kifarat terhadap dosa-dosa yang kita perbuat.
Tahajjud mencegah kita dari melakukan perbuatan dosa.
Tahajjud mengusir segala penyakit dari tubuh kita.
Dan ketahuilah bahwa kemuliaan seorang muslim itu terletak pada berdirinya ditengah malam untuk melaksanakan shalat tahajjud.(H.R Jabir bin Ali)
Rasulullah SAW bersabda :Wahai sekalian manusia! Kumandangkanlah uluk salam, dan bermurah tanganlah kamu dengan makanan dan bersilaturhmilh kamu, dan shalatlah kalian di tengah malam, yakni shalat tahajjud sementara manusia sedang pada tidur. Masuklh kalian kedalam surga dengan selamat.
Waktu melaksanakan shalat tahajjud adalah tengah malam sehabis shalat fardu Isya sampai fajar. Tetapi yang lebih baik adalah dalal\m waktu sepertiga malm yang terakhir, ( jam 02.00 jam 03.00 WIB )
Banyaknya :
Tidak ditentukan berapa rakaat. Menurut kemampuan kita dengan tidak terbatas. Tetapi ada juga yang meriwayatkan dua belas rakaat, dan paling sedikit dua rakaat satu kali salam.
Niatnya :


Ushalli sunnatat tahajjudi rak ataini lillaahi ta”ala Allahu akbar.
Aku niat shalat sunnat Tahajjud dua rakaat karena Allah ta’ala Allahu Akbar.
Surat yang dibaca
Rakaat awwal sesuadah Fatihah : Al-Baqarah ayat 284-286.





Lillahi maa fissamaawaati wa maa fil ardhi wa in tubduumaa fii anfusikum au tukhfuu yahaasibkumbihillah, fayaghfiru limayyasaa-u wa yu adzdzibu mayyasya wallaahu alaa kulli syai”in qadiir.
Aamanarrasuulu bima unzila ilaihi mirrabbihii wal’mu’minuuna kullun aamana billaahi wa malaa iktihii wakutubihii wa rusulih, waqooluu sami’naa wa atha’naa, ghufroonaka rabbanaa wailaikal mashiir.
Laa yukallifullaahu nafsan illa wus’ahaa, lahaa maakasabat wa alaihaa mak tasabat, rabbanaa laa tuaakhidnaainnasiinaa au akhtha’naa, rabbanaa wa laa tahmil alaina ishran kamaa hamal tahu alalladziina min qablinaa, rabbanaa, wa laa tuhammilnaa maa laa thaaqota lanaabih, wa’fu annaa waghfir lanaa, war hamnaa, anta maulaanaafan shurnaa alal qaumil kaafiriin.
Arinya : Segala yang ada dilangit dan di bumi adalah kepunyaan Allah. Sekiranya apa yang ada di dalam hatimu itu kamu lahirkan atau kamu sembunyikan, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu. Allah akan mengampuni orang yang dikehendaki-Nya dan menyiksa pula orang yang dikehendaki-Nya. Allah maha kuasa atas segala sesuatu.
Rasul itu telah beriman terhadap kitab yang telah diturun kepadanya, demikian juga kaum mukminin. Semuanya telah menyatakan beriman kepada Allah, Malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan semua Rasul-Nya dan mereka mengatakan: kami tidak memperbedakan seorangpun dari para Rasul-Nya” mereka mengatakan : “kami dengar dan kami ta’at.” Mereka berdoa: “Wahai Tuhan kami! Ampunilah kami. Kepada Engkaulah kami kembali!”
Allah tidak membebani kewajiban kepada seseorang kecuali sesua dengan kesanggupanya. Hasil kerjanya yang baik untuknya sendiri, dan yang tidak baik menjadi tanggungan sendiri pula. Wahai Tuhan kami! Janganlah kiranya kami ditindak jika kami lupa atau salah. Wahai Tuhan kami Janganlah kami dibebani dengan beban yang berat-berat sebagaimana telah Engkau bebankan kepada orang-orang terdahulu sebelum kami. Wahau Tuhan kami! Janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa-apa yang kami tidak sanggup memikulnya. Beri ma’aflah kami! Ampunilah kami! Dan Rahmatilah kami! Engkaulah pelindung kami! Karena itu tolonglah kemi terhadap orang kafir.
Rakaat kedua sesudah fatihah : Ali-Imran ayat 18 dan 26-27.

Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang menegakkan keadilan. Para malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
. Katakanlah: "Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.


Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau beri rezeki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab (batas)."
Dan apabila ayat-ayat tersebut belum hafal maka bisa di diganti dengan menggunakan surat apa saja yang disukai.
Doa sehabis menjalankan shalat tahajjud :

Allahumma lakal hamdu antal qoyyiimussamaawaati wal,ardhi waman fiihinna, walakal hamdu anta nuurus samaaawati wal ardhi, walakal hamdu antal haqqu, w wa’dukal haqqu, waliqaa uka haqqu, wa qoulukal haqqun, wal jannatu haqqun, wannaaru haqqun wannabiyyuuna haqqun, wa muhammadun shallallaahu alaihi wasallama haqqun was saa’atu haqqun. Allahumma laka aslamtu wa bika aamantu wa’alaika tawakkaltu wa ilaika anabtu wabika khaasamtu wailaika haakamtu faghfirlii maa qaaddamtu wa maa akhartu wa maa asrartu wa maa a’lantu, antal mqaddimu wa antal mu’akhiru laa ilaaha illaa anta walaa ilaaha ghairuka walaa haulaa walaa quwwata illaa billaahi rabbi adkhilnii mudkhala shidqiwwa akhrijnii mukhraja shidqiwwaj’allii min ladunka sultaanan nashiira.

Artinya : Yaa Allah bagi-Mu puja dan puji syukur. Engkaulah penguasa langit dan bumi dan apa-apa yang ada di dalam keduanya. Dan bagi-Mu pula puja dan puji pancaran cahaya langit dan bumi. Bagi-Mulah puja dan puji itu, karena hanya engkaulah yang Maha besar, janji-Mu benar dan pertemuan dengan-Mu pun benar pula. Firman-Mu benar dan surga Mu pun benar, neraka benar dan para nabi juga benar, serta Nabi Muhammad SAW, juga benar dan hari kiamat juga benar. Yaa Allah, kepada-Mu aku berserah diri dan kepada-Mu aku percaya. Kepada-Mu aku bertawakal dan kepada-Mu aku akan kembali serta kepadaMu aku rindu serta kepada-Mu aku berhukum.
Ampunillah dosa-dosaku yang telah aku lakukan sebelumnya maupun yang terdahulu atau yang kemudian, yang kusembunyikan dan yang aku nyatakan dengan terang-terangan. Engkaulah Tuhan yang terdahulu dan yang kemudian. Tiada Tuhan selain Engkau, tak ada daya dan upaya melainkan dengan-Mu yaa Allah. Yaa Tuhanku! Masukanlah aku melalui tempat masuk yang benar, dan keluarkanlah aku melalui tempat keluar yang benar pula. Dan jadikanlah bagiku dari sisi-Mu penguasa yang menolong.

Sehabis melaksanakan shalat tahajjud dan wittir sebaiknya berawrad: dzikir, bertasbih, memanjatkan do’a, berhadiayah tawwasul beruluk salam bagi:
Nabi Muhammad SAW dan keluarganya
Para anbiya wal mursaliin
Para shahabat yang empat
Para syuhada shalihin dan para tabi’in
Jami’il auliya
Jami’il muslimin wal muslimat, mu’minin wal mu’miinat
Kedua ayah bunda tercinta
 Dibawah ini kami cantumkan tata cara uluk salam dengan para rijaalul ghaibi, majaziahnya memohon kepada para nabi, para wali , tetapi hakekatnya memohaon kepada Allah SWT.
Do’a dibawah ini adalah permohonan Siti Aisyah r.a. kepada Nabi SAW, seandainya Nabi SAW, telah meninggal dunia. Nabi menjawab, “ bacalah doa ini”


Assalaamu alaikum yaa rijaalul ghaib, Asdsalaamu alaikum yaa ayyuhal – arwaahul muqaddasah. Yaa nuqobaa, yaa nujabaa, yaa ruqabaa, yaa budalaa, yaa autaadal ardhi autaadun arba,atun. Yaa imaa-maani, yaa quthbu, yaa fardhu, yaa umanaa’u aghitsuunii bighautsaatin Wanzhuruunii binazraatin, war hamuuni wahashiluu muraadi wa maq shuudii, wa quu muu alaa qadhaa’I hawaa iji,  inda nabiyyiina Muhammadin saw. Sallamakumullahu ta’alaa fiddunyaa wal akhirah.
Allahumma shalli alaa Nabiyyil Hidhri Al-Faatihah.

Doa bangun tengah malam ketiaka hendak melaksanakan shalat Tahajjud :
Laailaaha illallahu wah dahulaa syariikalahu lahul mulku walahulhamdu yuhyii wa yumiitu, wahuwa alaa kulli syai’in qadiir. Alhamdulillahi wasubhanallaahi wa laailaahaillallaahu Allahu akbar Walaaa haula walaa quwwata illaa billaahi, Allahummahgfirlii. (H.R Bukhari).
Tidak ada tuhan selain Allah tidak ada sekutu bagin-Nya, milik Allah segala kerajn. Bagi Engkaulah segala puji. Dzat yang menghidupkan dan yang mematikan. Dan Allah kuasa atas segala sesuatu
Segala puji bagi Allah, dan maha suci Allah, dan tiada Tuhan selain Allah dan tiada day dan upaya dan kekuatan keculi dengan pertolongan Allah. Yaa Allah ampunilah segala dosaku.






Dan pada sebahagian malam hari bershalat tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.


Jarak yang paling dekat antara seorang hamba dengan Tuhanya adalah pada saat akhir malam, pada saat engkau mampu berddzikir pada saat itu, maka lakukanlah! (H.R Tirmidzi)

SHALAT SUNNAT TASBIH
Sebagian para ulama berpendapat bahwa di antara shalat sunnat yang tidak disunnatkan untuk berjamaah termasuk juga shalat sunnat tasbih. Tetapi sebagian ulama yang lain mengerjakan shalat sunnat ini dengan berjamaah. Dengan demikian shalat sunnat tasbih ini bisa dilakukan dengan cara berjama’ah dan bisa juga dilakukan dengan cara munfarid.
Banyak sekali hadits NabimSAW yang menerangkan keutamaan shalat sunnat tasbih, antara lain :
Rasulullah SAW bersabda kepada Sayyidian Abbas r.a :
“ Hai Abbas pamanku! Maukah paman menerima sesuatu yang istimewa? Saya tunjukan sepuluh hal yang dapat kau terima bilamana kau lakukan sepuluh hal yaitu ialah:
  Diampuni Allah dosamu yang dulu
  Diampuni Allah dosamu yang belakangan
  Diampuni Allah dosamu yang lama
  Diampuni Allah dosamu yang baru
  Diampuni Allah dosamu yang tak sengaja
   Diampuni Allah dosamu yang disengaja
   Diampuni Allah dosamu yang kecil
   Diampuni Allah dosamu yang besar
   Diampuni Allah dosamu yang nyata
Diampuni Allah dosamu yang samar
Untuk memperoleh sepuluh hal itu hendaklah kamu shalat sunnat tasbih!
 ( H.R Abu Daud dan Nasa’i )
Shalat sunnat tasbih ini sebaiknya dilaksanakan setiap satu hari satu kali pada tiap-tiap malam. Kalau tidak bisa ya sebaiknya dilakukan seminggu sekali, kalau tidak bisa tiap satu bulan sekali atau setahun sekali tapi jika itupun tidak bisa maka hendaknya dilakukan seumur hidup sekali, demikianlah sabda Nabi SAW.
Allah memerintahkan agar manusia selalu bertasbih kepadanya sebagai ungkapan rasa syukur kepda Allah SWT. Firman Allah :



Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Maha Besar.
(Al-Waqi’ah-96)
Apabila ini ditaati dan dilakukan sesungguhnya akan dapat memberikan ketenangan jiwa, sehingga dapat merasakan dan menikmati arti hidup yang sesungguhnya di bawah ridha Rabbul alamiin.

4 komentar:

dede sopiah mengatakan...

boleh nanya... kalau solat yang dilakukan bilal setelah wudu dan setelah adan, sebelumnya dianjurkan dulu ga oleh rosul, atau inisiatif bilal saja,, ?

dede sopiah mengatakan...

boleh minta penjelasan,, solat yang dilakukan bilal sebelumya dicontohkan rosul atau hannya inisiatif bilal saja?

dede sopiah mengatakan...

solat yang bilal lakukan inisiatif sendiri atau sebelumnya udah dicontohkan rosul?

Anonim mengatakan...

Sholat yang dilakukan bilal adalah sholat mutlak / rawatib sesuai contoh Rasulullah, tetapi pelaksanaanya setelah adzan adalah inisiatifnya